Sabtu, 13 April 2013

CLOUD COMPUTING

PENGERTIAN CLOUD COMPUTING

Cloud-Computing-Go-for-It-600x355


Ya udah, simpen di dropbox aja, ahh ngga ah aku pangennya Google Drive.. pernah denger conversation ini gak? or mungkin tau gak sih apa itu Cloud Computing? Sebenernya makanan apa sih Cloud Computing itu?? Komputasi berbasis awan.. hmm iya bener sih, istilah Qur’an mah itu terjemahannya, bukan tafsir nya, hehehe. Kalo kata Wikipedia sih Cloud computing adalah penggunaan sumber daya komputasi (hardware dan software) secara bersama-sama yang disajikan sebagai layanan (service) melalui jaringan (biasanya internet). Secara simple sih kalo menurut saya ini adalah unit computer entah itu berupa server atau computer biasa yang penggunaannya dimaksimalkan dengan cara dibagi-bagi agar satu unit tersebut dapat digunakan oleh banyak orang tanpa harus mengganggu satu sama lain.
Dan tau gak 3 tahun belakangan ini Cloud Computing bener-bener sedang booming di Indonesia, banyak perusahaan yang mulai berpindah ke Cloud Computing. Citilink, Lion Air, Kaskus, Coca Cola, Djarum sudah beralih ke teknologi Cloud Computing untuk berbagai layanannya. Tapi sebenernya sih Cloud Computing itu udah lama banget kita pakai tanpa kita sadari. Tau gak kalo layanan Yahoo Mail, Sales Force, Google Mail dan beberapa layanan lainnya sudah menggunakan teknologi Cloud Computing sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Bahkan Yahoo yang berdiri di tahun 1994 salah satu layanan pertamanya adalah Yahoo Mail, so sebenernya udah hamper 20 tahun yang lalu Cloud Computing ini sudah banyak digunakan tanpa banyak disadari orang.



Kalo sekarang banyak dari kita mulai sadar tentang Cloud Computing ini, yah meskipun kita masih terbatas tahu penggunaan Cloud itu hanya pada storage saja (Google Drive, Drop Box, iCloud dan lain lain). Tapi sebenernya memang pengenalan teknologi akan terus meningkat seiring dengan makin banyaknya teknologi itu digunakan. Padahal Cloud Computing sangat bisa digunakan lebih dari itu.
Traditional Computing VS Cloud Computing
Trus gini, kalo kita pengen tau keunggulan Cloud Computing brarti juga harus tahu soal lawannya kan, yah kita sebut aja Traditional Computing. Oke, gini kita bakalan bahas Cloud Computing di level server nya dan server ini bakalan di pake di enterprise yang emang butuh or tergantung sama server yang online ya.

radmin_activation_server_operation

Oke gini, Traditional Computing itu konsepnya adalah mereka membangun sendiri fasilitas servernya di lokasi yang mereka punya masing-masing. Dan dengan membangun servernya sendiri, maka user harus menyiapkan beberapa hal  mulai dari space untuk ruangan servernya, AC untuk pendingin ruangannya, Fire Plan kalo-kalo ada kebakaran, power yang memadai, UPS yang kudu selalu ok, maintenance setiap bulannya dan masih banyak yang lain. Kalo detailnya yang bisa lebih bikin pusing sih bisa dilihat dari karakteristiknya ya. Nah biar makin pusing monggo ini karakteristiknya Description: :D
  • CapEx (Capital Expanditure)

    732-investme_article

    Ini maksudnya adalah ketika suatu perusahaan memutuskan untuk membeli sebuah server, perusahaan pasti memikirkan server yang masih reliable jika digunakan 3-5 tahun kedepan, dan untuk membeli server dengan spesifikasi seperti itu, pasti kudu ngeluarin budget yang gak sedikit kan. Dengan membangun sebuah server traditional seperti yang dilakukan banyak perusahaan waktu lalu, perusahaan harus mengeluarkan dana untuk investasi pada servernya langsung di muka untuk jangka waktu tertentu. Hal ini untuk para pengambil keputusan di perusahaan yang tidak terlalu “ngeh” dengan pentingnya IT dirasa akan memberatkan, mendingan duitnya dipake buat running bisnis yang udah ada.
  • Maintaining Multi Vendor
    Dan untuk membangun server ideal, pastinya perusahaan harus menghubungi beberapa vendor untuk memnuhi kebutuhannya, at least merek yang digunakan untuk AC, UPS, raised floor, dan atau APAR pasti merek yang digunakan akan berbeda dengan merek server yang kita gunakan kan.
  • Time
    TimeRunningOut
    Menurut pengalaman beberapa temen saya yang pernah membangun server buat perusahaannya, sebuah server nggak bisa dibeli sama seperti kita yang beli laptop sekarang. Tinggal dateng ke toko computer, pilih laptop yang kita mau, transaksi paling lama 1 jam, laptop kita bisa bawa pulang. Kalo server, kalopun server yang kita inginkan itu ready stok, at least butuh waktu 4 minggu, kalo servernya harus indent makan waktu 4 – 8 minggu, kalopun sudah ada berapa banyak waktu lagi yang dibutuhkan untuk set up server, instalasi program di server dan implementasi di perusahaan itu
  • Maintenance Cost
    static--images--servers_ubuntu--reduce
    Sama seperti halnya dengan memiliki rumah, kita pasti akan menanggung semua biaya perawatannya sendiri kan, beda dengan kalo kita ngekost, biaya perawatan akan ditanggung oleh pemilik kost. Sama halnya dengan In House Server, berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk maintenance server kita yang sudah ada, biaya maintenance AC, APAR, connection, keamanan server dan lain lain
  • Utilization
    Utilitas ini adalah utilitas server jika perusahaan ingin upgrade servernya, entah per parts ataupun harus nambah server. Berdasarkan karakteristiknya diatas, perusahaan harus melakukan setiap langkah dari awal untuk kembali membangun sebuah server
Nah kalo Cloud sih intinya justru beda sama Traditional Computing, layanan ini menawarkan solusi dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh sistem traditional computing, beberapa karakteristiknya adalah
  • On-Demand Self-Services
    Layanan Cloud yang ada di Indonesia memang biasanya bersifat On Demand, maksudnya spesifikasi server Cloud biasanya memang bisa disesuaikan dengan kebutuhan suatu perusahaan, ketika dia hanya butuh server yang spesifikasinya kecil, provider Cloud bisa menyesuaikan kebutuhan itu,t tapi ketika perusahaan itu butuh server dengan spesifikasi yang lebih besar, maka provider Cloud biasanya akan dengan mudah meng-upgrade-nya. Juga ketika perusahaan itu harus develop servernya, maka provider akan menyerahkan hal itu langsung ke perusahaan dan hanya akan berperan sebagai technical support saja
  • Broad Network Access
    istockphoto-com_alexsl
    Salah satu keuntungan penggunaan Cloud Computing adalah layanan ini bisa diakses dari mana saja, dan dengan perangkat apapun asalkan ada internet disana, layanan Cloud pun bisa diakses
  • Resource Pooling
    20110926-01a
    Adanya isu mengenai Go Green Community membuat Cloud ini jadi salah satu solusi, kenapa, karena resource atau mungkin sebagian orang bilang hardware yang digunakan dalam Cloud ini hanya ada di Data Center sang provider dan bisa dibagi ke beberapa perusahaan yang membutuhkan. Coba bayangkan apabila ada 100 perusahaan di Malang yang butuh server yang harus selalu online, berarti aka nada lebih dari 100 server beserta perangkatnya, bandingkan dengan Cloud yang hanya dengan satu server yang berpusat di Data Center sang provider, server ini pun bisa dibagi ke lebih dari 100 user.
  • Rapid Elasticity
    rubber-elasticity
    Cloud itu bersifat elastic, maksudnya Cloud ini bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan, dan sangat bisa dilakukan dengan cepat. Bahkan secara teknis proses upgrade atau upgrade server Cloud dapat dilakukan dlaam hitungan menit
  • Measured Service
    tax-money-300x225
    Semua layanan bisa diukur (dan ditagih biayanya) sesuai dengan penggunaan actual (Pay As You Go)
Terus Kenapa Sih Kita Harus Pake Cloud???
Dari tulisan saya diatas mungkin kita sudah mulai mengenal apa dan bagaimana cloud computing kalo harus dibandingkan dengan teknologi yang sebelumnya ada. Bahkan sebenarnya sudah lama kita secara tidak sadar telah menggunakan teknologi cloud computing, Facebook, Yahoo Mail, Google Mail, YouTube, ICloud, Drop Box, Google Drive adalah beberapa contoh fasilitas gratis yang sudah lama kita gunakan, dan ternyata mereka sudah mengaplikasikan cloud ke kehidupan kita.
Meskipun Cloud Computing dalam bentuknya saat ini merupakan perkembangan yang relatif baru (atau lebih tepatnya baru kita sadari), minat terhadap penggunaan Cloud Computing terus berkembang. Cloud computing memiliki sejumlah besar manfaat, beberapa diantaranya
  • Cost Saving
    Salah satu alasan yang paling menarik untuk beralih ke awan adalah penghematan biaya. Dengan menggunakan Cloud, biaya yang digunakan untuk membayar disk dan storage dalam jumlah besar secara instan akan hilang, sebagaimana hilangnya biaya untuk pembelian server itu sendiri, biaya instalasi dan biaya untuk upgrade software-software yang dirasa mahal. Penggunaan Cloud sendiri juga akan membuat suatu perusahaan hanya membayar aplikasi-aplikasi apa saja yang dia gunakan, bahkan bisa saja gratis, karena banyak juga aplikasi perkantoran yang sifatnya open source. Penggunaannyapun dengan mudah dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan
    cost-savings
    Sama seperti ketika kita membeli makanan secara “a-la-carte” di suatu restoran, investasi yang dibayarkan secara bertahap tentu akan menjadi sesuatu yang menarik untuk perusahaan.  “Pay As You Go” pada Cloud juga akan mengeliminasi biaya perawatan yang dibutuhkan ketika kita memutuskan untuk menggunakan “In House Server”. Penghematan pun dapat dilakukan pada setiap computer desktop yang kita punya, dengan penerapan SaaS, maka nantinya setiap desktop tidak lagi harus menginstal software, tinggal akses saja ke server cloud kita.
  • Ease To Use
    ease-of-use-BI-software1-300x225
    Quite simple, yap, sederhana banget, banyak orang menganggap Cloud itu sangat memudahkan penggunanya dalam set up server dan lebih cepat dalam implementasinya. Alih-alih harus men-download atau melakukan instalasi software kita sendiri, layanan Cloud biasanya sudah menyiapkan semua itu untuk kita. Cloud juga menawarkan kepada kita storage dan server yang sebenarnya bisa dibilang hampir tak terbatas, karena kita bisa dengan mudah dan cepat meng-upgrade atau downgrade server kita. Dan jika Cloud sudah bisa diimplementasikan di suatu perusahaan, staff Anda akan dapat mengakses perangkat lunak dan data mana saja dari setiap perangkat yang memiliki koneksi internet.
  • Increase Storage Capasity And Automation
    storage
    Cloud menawarkan kapasitas penyimpanan yang hampir tak terbatas jika dibandingkan dengan typical hard drive ataupun server, dan fleksibel maksudnya adalah jika bisnis suatu perusahaan membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih, Anda dapat meng-upgrade setiap saat. Juga, cloud ini bersifat up to date, jadi setiap software yang digunakan di dalamnya akan selalu ter-update secara otomatis, dan tugas perusahaan untuk selalu meng-update softwarenya akan dapat dieliminasi. File sync juga akan dilakukan secara otomatis dengan semua device yang terhubung ke cloud kita, dan ini juga akan membuat setiap data yang kita punya selalu dalam kondisi selalu ter-update
  • Agility, Flexibility and Scalability
    Cloud computing juga menawarkan fleksibilitas dan agilitas yang jauh lebih dibandingkan dengan metode traditional computing. staff di suatu perusahaann tidak akan lagi ditambatkan ke meja mereka, dan akan dapat mengakses file dan data dari manapun mereka berada, 24 jam sehari.  Server kita juga akan dapat dihitung, scalable, maksudnya kita akan tahu berapa sih sebenarnya kebutuhan server untuk aplikasi yang kita jalan kan didalamnya, dan tentunya kita juga tinggalmembayar sesuai dengan kebutuhan kita, tidak ada lagi over budget.
    access_everywhere
    Dengan cloud,staff di perusahaan kita akan dapat mengakses informasi dari rumah, dari kantor klien, di jalan, atau bahkan dari smartphone mereka. Staff kita juga dapat bekerja dengan dokumen dan file yang dimiliki perusahaan, bahkan ketika mereka tidak secara fisik di ruangannya. Selain itu, dokumen dapat dilihat serta diedit secara bersamaan dari lokasi berbeda dan oleh beberapa pengguna.
  • Freeing your IT Staff
    performance
    Masih ada gak sih, perusahaan yang ngebayar IT Staff nya cuma buat jagain server? Atau mungkin benerin printer yang rusak?? Hari gini anak IT kerjaannya jagain server?? Hehehe keknya masih ada ya, saya sih setuju ya sama omongan beberapa boss saya yang bilang “Saya tuh butuh anak IT di kantor buat gimana caranya, work flow kantor jadi lebih efisien dengan penggunaan teknologi yang berbau IT di kantor, bukan jagain server or benerin printer, kerjaan itu mah kasiin aja ke vendor..”
yah dengan cloud at least temen-temen IT Staff gak perlu lagi mlototin servernya, jagain biar jangan sampe server itu down, karena layanan cloud itu sebenernya menawarkan layanan server yang availability nya bisa diandalkan. Bahkan beberapa provider cloud di Indonesia sudah bisa menawarkan Service Level Agreement (SLA) atau garansi up time server cloudnya diatas 99,8% yah kalo diitung itung dalam satu tahun total mereka berani ngejamin server mereka gak mati lebih dari total 1,4 jam dalam satu bulan, dan kalau server mereka down lebih dari angka itu, para provider berani memberikan restitusi kepada para pelanggannya

GOOGLE DRIVE
Google Drive adalah layanan penyimpanan daring milik Google yang diluncurkan pada 24 April 2012. Layanan ini merupakan ekstensi dari Google Docs dan akan menggantiURL docs.google.com dengan drive.google.com setelah diaktifkan. Google Drive memberikan layanan penyimpanan gratis sebesar 5 GB dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu. Dengan fitur unggulan yang sama seperti Dropbox, yaitu sinkronisasi data melalui folder khusus di dalam desktop atau lebih dikenal dengan Desktop Sync Clients. GDrive memberikan kapasitas gratis sebesar 5 GB dan tentunya fitur-fitur yang terintegrasi dengan layanan Google lainnya seperti: Gmail, G+ dan Google Search. Fitur yang bisa digaris bawahi dari GDrive adalah API’s untuk para Developer. Hingga kini GDrive telah terhubung dengan puluhan aplikasi pihak ketiga.

INTERNET

PENGERTIAN INTERNET


Internet (interconnection-networking) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.


SEJARAH INTERNET

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.



INTERNET PADA SAAT INI


Description: http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf11/skins/common/images/magnify-clip.png
Representasi grafis dari jaringan WWW (hanya 0.0001% saja).
Internet dijaga oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IPTCPUDPDNSPPPSLIPICMPPOP3IMAPSMTP,HTTPHTTPSSSHTelnetFTPLDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronikUsenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW(World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRCMUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti CamfrogPidgin (Gaim)TrilianKopeteYahoo! MessengerMSN Messenger Windows Live MessengerTwitter,Facebook dan lain sebagainya.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRCICQAIMCDDB, dan Gnutella.



BUDAYA INTERNET

Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.
Perkembangan Internet juga telah memengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.



TATA TERTIB INTERNET

Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah netiket.
Untuk di Indonesia selain tata tertib sosial di Internet juga diberlakukan peraturan (UU ITE).



ISU MORAL DAN UNDANG-UNDANG

Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak ciptapornografipencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.
Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan semangat dari teman-teman chatting IRCnya. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam Internet



AKSES INTERNET


Description: http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf11/skins/common/images/magnify-clip.png
Anak-anak sedang menggunakan komputer untuk mengakses Internet.
Negara dengan akses Internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses Internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan didukungnya Internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang adil dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat "jebakan" agar pengguna Internet tersebut membayar lebih mahal. Lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet Access seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan di kantor.
Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga dapat mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pengaturan GPRS pada ponsel tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobyte) yang diunduh.



PENGGUNAAN INTERNET DI TEMPAT UMUM

Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan Internet termasuk perpustakaan, dan Internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses Internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.
Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses Internet.



TOKOH-TOKOH INTERNET

Tim Berners-Lee pencipta WWW (World Wide Web)
Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat surat e-mail
Tim Berners-Lee] penemu dan pengembang internet hingga seperti saat sekarang ini